
Overthinking merujuk pada kecenderungan untuk terlalu memikirkan situasi atau masalah di masa lalu atau masa depan. Orang yang overthinking menganalisis situasi dari berbagai sudut, mengulanginya terus menerus hingga mulai merasakan stres atau kecemasan.
Meskipun memikirkan situasi secara mendalam dapat membantu membuat keputusan yang tepat, overthinking dapat merugikan kesejahteraan emosional seseorang.
Dilansir dari banyak artikel, ada banyak alasan mengapa seseorang rentan terhadap overthinking.
Gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder/GAD) sering menyebabkan kekhawatiran terus-menerus tentang masa depan. Interaksi sosial yang canggung dan kegagalan sehari-hari juga dapat membuat seseorang merenungkan apa yang salah.
1. Alihkan perhatian
Hal termudah yang dapat dilakukan untuk menghentikan pola pikir overthinking adalah dengan mengalihkan perhatian atau distraksi. Distraksi mental bisa berupa melakukan perhitungan matematika sederhana, membuat daftar objek dalam kategori tertentu, atau menyanyikan lagu.
Sementara, tindakan fisik yang dapat dilakukan termasuk membaca buku, mendengarkan musik, atau menelepon teman.
2. Berlatih mindfulness
Mindfulness adalah tindakan berfokus pada saat ini tanpa menghakimi. Ini berarti memperhatikan dan mengakui apa yang terjadi baik di dalam maupun di luar diri dari waktu ke waktu.
Studi menunjukkan bahwa meditasi mindfulness efektif dalam mengurangi gejala kecemasan dan depresi. Salah satu cara umum untuk berlatih mindfulness adalah dengan mencoba meditasi, berfokus pada pernapasan, atau mengamati lingkungan sekitar dan menyebutkan benda-benda yang dilihat
3. Meditasi
Meditasi bukan hanya duduk diam dan mencoba mengosongkan pikiran sepenuhnya.
Namun, meditasi bisa dalam berbagai bentuk. Salah satu bentuknya adalah mengucapkan kata atau frasa berulang kali, baik dalam pikiran atau dengan suara keras. Memfokuskan pada kata atau frasa dapat mengalihkan pikiran dari overthinking.
4. Menantang pikiran
Orang dengan depresi sering memandang peristiwa masa lalu dalam perspektif yang negatif dibandingkan kenyataan yang sebenarnya.
Sementara itu, orang dengan kecemasan mungkin takut peristiwa di masa depan akan lebih sulit atau menakutkan daripada situasi yang sebenarnya.
Saat seseorang overthinking, penting untuk bertanya pada diri sendiri apakah pikiran mencerminkan situasi sebenarnya.
5. Pikirkan kenangan positif
Karena overthinking sering berupa pikiran negatif, cobalah ingat bahwa ada saat-saat di mana segalanya berjalan baik. Pikirkan keberhasilan, perasaan bahagia, atau menerima pujian dari orang lain. Mengalihkan pikiran ke kenangan positif dapat membantu menghentikan siklus overthinking.
6. Gunakan teknik pernapasan
Kadang-kadang overthinking terjadi secara sengaja, tetapi di lain waktu pikiran dapat muncul berulang kali tanpa kemauan. Ini disebut pikiran intrusif. Tingkat stres yang tinggi dapat memperburuk pikiran intrusif dan stres serta pikiran intrusif bersama-sama menjadi kombinasi yang dapat menyebabkan masalah tidur dan masalah kesehatan lainnya. Ini menciptakan siklus yang sulit diputuskan.
Latihan pernapasan adalah salah satu cara untuk membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Cobalah pola menarik napas, menahan napas, dan mengembuskan napas dalam jumlah waktu yang sama, beberapa kali berturut-turut.
7. Relaksasi otot progresif
Relaksasi otot progresif adalah teknik menegangkan setiap kelompok otot di tubuh lalu merilekskannya. Relaksasi otot progresif terbukti membantu mengelola stres.
8. Fokus pada indra
Memfokuskan pada satu atau lebih dari lima indra, yakni penglihatan, penciuman, pendengaran, rasa, dan sentuhan dapat membantu menenangkan diri dan keluar dari siklus overthinking. Misalnya, jika berada di luar ruangan, mungkin melihat sekelompok pohon, mencium masakan tetangga, mendengar anak-anak bermain di kejauhan, merasakan makanan ringan yang baru saja dimakan, atau menyentuh tanah dengan kaki.
9. Menulis jurnal
Menulis jurnal, atau menuliskan pikiran dan refleksi saat seseorang mengalaminya dapat membantu mengurangi kadar kortisol. Kortisol adalah hormon yang meningkat seiring peningkatan stres. Karena overthinking biasanya terjadi di malam hari dan menyebabkan insomnia, waktu malam mungkin menjadi waktu yang ideal untuk menulis jurnal.
10. Berolahraga
Aktivitas fisik memiliki banyak manfaat yang terbukti baik untuk kesehatan fisik maupun mental. Misalnya, olahraga melepaskan zat kimia dalam tubuh yang menghasilkan perasaan rileks dan tenang. Olahraga mungkin juga mengharuskan seseorang berada di lingkungan fisik yang berbeda, yang dapat membantu mengubah pola pikir. Olahraga teratur meningkatkan kualitas tidur.
Kondisi ini penting karena kualitas tidur yang buruk dapat memperburuk pikiran intrusif.
11. Buat rencana
Jika overthinking disebabkan oleh perasaan kewalahan oleh tanggung jawab atau proyek yang akan datang, cobalah memecahnya menjadi tugas-tugas individu. Setelah mengidentifikasi tugas-tugas individu yang membebani, buat rencana tindakan untuk masing-masing. Tuliskan setiap tugas dan langkah-langkah pasti yang perlu diambil untuk menyelesaikan tugas tersebut. Rencanakan untuk menangani satu hal saja pada satu waktu.
Jika memungkinkan, mendelegasikan tugas kepada orang lain juga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan
Bebas dari Overthinking adalah Kunci untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik
Overthinking atau pikiran yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental, menyebabkan stres, kelelahan, serta gangguan tidur.
Untuk mengatasinya, langkah-langkah seperti berlatih mindfulness, menjaga kebugaran tubuh dengan olahraga serta istirahat yang cukup sangat diperlukan.
Jika overthinking sudah mengganggu kualitas hidup, terapi mental juga bisa menjadi solusi dalam penanganannya. Tetapi tetap harus berhati-hati terhadap dosis yang dianjurkan.
Dampak Negatif Overthinking yang Harus Kita Waspadai
Berpikir berlebihan atau overthinking memang sangat melelahkan dan bisa mendatangkan stres. Nampaknya, overthinking sering dialami oleh orang dewasa. Riset dari University of Michigan telag membuktikan, 73 persen orang dewasa berusia 25 hingga 35 tahun mengalami overthinking
Sementara itu, presentase orang berusia lebih tua yang mengalami overthinking - yakni berusia 45 hingga 55 tahun - mencapai 52 persen.
Ahli kesehatan jiwa dari Standford Health Care, David Spiegel, mengatakan kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak orang nampaknya lebih buruk dari masalah yang sebenarnya terjadi. "Padahal, terlalu banyak berpikir bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental kita," tambah Spiegel.
Tak hanya mendatangkan stres atau rasa khawatir berlebihan, overthingking juga bisa berpengaruh buruk pada tubuh kita. Berikut dampak negatif overthingking pada kesehatan kita:
1. Memengaruhi kesehatan mental
Orang yang mengalami overthingking sangat rentan mengalami kecemasan, depresi, dan berbagai gangguan kesehatan mental. Hal ini terjadi karena overthinking membuat penderitanya terlalu fokus pada perasaan dan emosi negatif. Untuk mengatasinya, kita harus mencoba memusatkan pikiran pada hal-hal yang mendatangkan kebahagiaan untuk kesehatan mental kita.
2.Menganggu keseimbangan hormon
Hanya berfokus pada pikiran negatif dapat menganggu keseimbangan hormon dalam tubuh dan memecah bahan kimia otak yang diperlukan untuk mendorong rasa bahagia. Selain itu, overthingking juga membuat kita terjebak dalam rasa putus asa dan kesedihan yang menyebabkan penipisan hormon-hormon yang mendorong rasa bahagia. Hal ini rentan membuat kita mengalami depresi.
3. Meningkatkan risiko darah tinggi dan penyakit jantung
Terus memikirkan tekanan hidup bisa membuat tekanan darah kita naik. Hal ini tentu meningkatkan berbagai masalah kesehatan, seperti kerusakan arteri dan demensia. Kabar buruknya lagi, overthinking juga bisa membuat kita rentan mengalami stroke.
4. Meningkatkan risiko gangguan pencernaan
Terlalu banyak berpikir juga bisa berdampak pada sistem pencernaan kita. Pasalnya, berpikir berlebihan bisa mendatangkan stres yang memicu sindrom iritasi usus besar. Hal ini juga bisa membuat kita rentan mengalami sait perut, kram, diare dan kembung.
5. Menganggu kualitas tidur
Banyak penderita overthinking yang hanya terjebak dengan pikirannya sendiri sehingga merasa sulit untuk tidur nyenyak.Agar bisa tidur lelap, tubuh dan pikiran perlu rileks. Namun, penderita overthingking akan sulit untuk mendapatkan sensai rileks tersebut. Padahal, kurang tidur bisa berisiko pada gangguan kesehatan dan menurunkan tingkat energi kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar