Jumat, 25 Oktober 2024

Kawasan Kuliner Sabang Populer Zaman Belanda Kini Kembali Berjaya

 



Jakarta - Jalan Sabang sejak dahulu terkenal sebagai surganya kuliner. Tempat legendaris ini kembali berjaya usai bangkit dari masa sulitnya.

Bukan hanya terkenal baru-baru ini, ternyata Jalan Sabang menyimpan sejarah yang kental sejak masa pemerintahan Belanda atas Hindia Belanda. 

Di Jalan Sabang sejak dahulu telah terkenal sebagai kawasan perdagangan yang dipenuhi banyak pertokoan.

Dahulu ruas jalan ini dikenal dengan nama Laan Holla yang diambil dari bahasa Belanda dengan merujuk sebagai kawasan migrasi di Jakarta. 

Tetapi seiring terjadinya perubahan kondisi politik maupun kebijakan di Jakarta, jalan ini kemudian diganti menjadi Jalan Sabang.

Wisata kuliner di Jalan Sabang, Jakarta sudah melegenda sejak masa lampau. Namun kondisi jalanan masih tampak semrawut, terutama di jam pulang kerja.

Travelers pasti sudah nggak asing lagi dengan kawasan Sabang Jakarta. Yup, tempat ini memang surganya jajanan dan kuliner sejak masa lampau.

Untuk travelers yang ingin sekedar jajan ringan atau sedang juga bisa membeli martabak, gorengan, ataupun minuman yang dijual pedagang kaki lima.  

Warung-warung tenda menjajakan dagangannya seperti seafood, nasi goreng, sate, dan lain sebagainya. Pokoknya di sini ada banyak pilihan.   

Ruas jalan yang namanya terinspirasi dari pulau terluar di bagian utara Sumatera ini nyatanya terus berkembang menjadi tempat perdagangan. Hanya saja semakin hari Jalan Sabang dikenal sebagai tempat berkumpulnya berbagai kuliner legendaris.

Sayangnya ketika pandemi dan perubahan kebijakan diterapkan, Jalan Sabang sempat mengalami keterpurukan. Tetapi berkat bantuan media sosial dan promosi dari pelanggannya, kawasan kuliner Jalan Sabang mulai kembali berjaya.

Pada Street food 101 kali ini, tim kami menyasar kembali kenangan kuliner di Jalan Sabang. Ada beberapa tempat makan yang juga tengah populer di media sosial. Mulai soto yang hangat hingga sate yang gurih legit cocok sebagai destinasi kulineran sore hingga tengah malam.

Ditambah operasional kawasan Sabang yang justru semakin malam akan semakin ramai. Bukti meningkatkan popularitas Jalan Sabang terlihat pada Soto Ceker Pak Gendut yang ramai dibahas di media sosial berkat kuah kaldunya yang menyegarkan.

Hangatnya soto racikan yang telah berjualan sejak 27 tahun ini semakin nikmat ketika disantap saat cuaca sendu usai hujan. Sehingga cocok menjadi pilihan pengisi perut ketika musim hujan mulai mengguyur kota.

Kawasan kuliner Jalan Sabang rupanya juga masih banyak dihuni oleh para penjual kuliner legendaris. Termasuk bakso gerobakan, martabak, maupun pedagang lainnya.

Sisi unik lainnya kuliner Jalan Sabang tidak hanya menjadi destinasi para pelancong lokal. Banyak wisatawan mancanegara yang menjadikan Jalan Sabang rujukan untuk menyantap kuliner khas Indonesia saat malam hari.

Mengingat lokasinya yang berada di tengah kota sangat mudah dijangkau dan strategis dari berbagai arah. Berbagai rekomendasi makanan-makanan terbaru yang ada di Jalan Sabang akan dibahas oleh detikfood.

Tak ada salahnya untuk kembali ke kawasan kuliner yang bahkan telah dipercaya sejak zaman nenek moyang. Yuk! Jangan sampai ketinggalan informasi hingga rekomendasi menariknya, ya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alasan Perusahaan Pecat Pekerja Gen Z, Salah Satunya Kurang Motivasi

   Generasi Z yang lahir pada tahun 1997 hingga 2012 mulai memasuki dunia kerja. Namun belakangan ini, banyak berita tentang pemecatan peker...